
The Nikkei 225 closed down 0.34% to 48,538 on Wednesday, while the broader Topix index fell 0.17% to 3,246. This marked the fourth consecutive day of declines for Japanese stocks. The main pressure came from the technology sector, which is still being punished by the market due to concerns about overvaluation.
Investors also chose to be cautious ahead of Nvidia's highly anticipated earnings release, given that many Japanese technology companies are connected to the global AI supply chain. Several major technology stocks weighed on the index, including Advantest (-0.6%), Lasertec (-2.2%), Disco Corp (-3.4%), Tokyo Electron (-2%), and Hitachi (-1.5%). These movements indicate that sentiment in the technology sector remains fragile.
Furthermore, the Japanese stock market was also weighed down by rising domestic bond yields and diplomatic tensions with China. On the policy front, Bank of Japan Governor Kazuo Ueda told Prime Minister Sanae Takaichi on Tuesday that the central bank would gradually raise interest rates. The goal is to bring inflation to the 2% target while maintaining sustainable economic growth. (az)
Source: Newsmaker.id
Bursa saham Jepang menguat pada awal perdagangan, didorong pelemahan yen dan sinyal ekonomi Amerika Serikat yang masih solid. Kondisi ini meningkatkan minat beli pada saham-saham berorientasi ekspor d...
Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis (8/1) setelah data terbaru menunjukkan upah riil turun pada November 2025 dengan laju tercepat sejak Januari, terutama akibat anjloknya pembayaran bonus satu ka...
Saham Jepang ditutup melemah pada Kamis (8/1) setelah data terbaru menunjukkan upah riil turun pada November 2025 dengan laju tercepat sejak Januari, terutama akibat anjloknya pembayaran bonus satu ka...
Bursa saham Jepang dibuka melemah pada perdagangan pagi, seiring meningkatnya ketegangan diplomatik antara Jepang dan China yang membuat pasar lebih waspada terhadap prospek ekonomi Jepang ke depan. ...
Saham Jepang turun untuk pertama kalinya tahun ini setelah reli yang memecahkan rekor, ketika investor melakukan aksi ambil untung dan pasar khawatir dampak pembatasan ekspor baru dari China. Indeks T...
Harga emas naik pada hari Jumat, siap untuk diakhiri dengan kenaikan mingguan hampir 4% karena laporan ketenagakerjaan di AS beragam, dengan ekonomi menambah lebih sedikit lapangan kerja daripada yang diproyeksikan. Namun, Tingkat Pengangguran...
Harga emas kembali menguat pada perdagangan terbaru setelah sempat tertekan, didorong oleh melemahnya dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi pemerintah AS. Investor kembali memburu emas sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian arah...
Perak bergerak di sekitar $77.430, geraknya cenderung menunggu pemicu dari dolar AS & hasil. Kalau dolar menguat, perak biasanya ketahan; kalau dolar melemah, perak lebih mudah lagi naik.Fundamentalnya masih ditopang safe haven (ketidakpastian...
Putusan Mahkamah Agung yang akan datang mengenai legalitas tarif besar-besaran yang diluncurkan Presiden Donald Trump pada bulan April, yang sempat...
AS menyita dua kapal tanker minyak yang terkait dengan Venezuela di Samudra Atlantik pada hari Rabu, satu di antaranya berlayar di bawah bendera...
Wakil Ketua Federal Reserve untuk Pengawasan, Michelle Bowman, menguraikan perubahan signifikan pada pengawasan dan regulasi perbankan selama...
Bursa saham Asia melemah untuk hari kedua berturut-turut, menandakan reli awal tahun yang sempat "ngebut" mulai kehilangan tenaga. Di saat yang...